Kamis, 30 Agustus 2012
Judul Buku : ANDROMEDA
Penulis : Nisa'ul Khamilah Chishi
penerbit : Garasi
cetakan : Juli 2008
Tebal : 204 Hal, 12x19 cm
Novel dalam kisah ini berawal dari seorang mahasiswi yang bernama Andromeda
adalah mahasiswa tahun ketiga di fakultas Hukum Universitas Indonesia atau yang
lebih dikenal dengan sebutan UI. selain itu dia adalah pengurus senat mahasiswa
dan orator ulung dihampir setiap demontrasi. Andromeda memiliki sahabat karib
yang bernama Chang Zou yang berasal dari universitas Trisakti. Andromeda adalah
salah satu dari orang-orang yang ingin menyurutkan rezim Orde Baru untuk
menghentikan intimidasidan penindasan demi keterwujudan absolusitas kekuasaan. Tepatnya pada masa pemerintahan presiden Soeharto dan tragedi memilukan pada bulan mei 1998 sekaligus lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan. dalam perjuangannya Andromeda tidak sendiriaan dia juga ditemanimahasiswa dari Trisakti dan UI salah satunya adalah Chang Zou dan Bintang. mahasiswa dan masyarakat sipil menganggap bahwa orde baru benar-benar sebuah rezim yang tak punya perikemanusiaan. banyak aktivitas dari mahasiswa yang tiba-tiba menghilang karena ancaman, teror, hingga penculikan.
pada saat itu para mahasiswa, warga sipil ingin sekali melengserkan presiden soeharto yang telah berkuasa selama kurang lebih 32 tahun. Andromeda dan aktivitas lainya pun tetap bersikukuh melakukan demonstrasi didepan gedung DPR/MPR. Hal ini mengakibatkan aparat geram dan menyerang mahasiswa dan warga sipil yang sedang berdemonstrasi. Sementara itu Andromeda pun tertembak pada bagian pinggang dan kakinya yang bersimbah darah. untungnya Andromeda pun tidak apa-apa karena pelurunya hanya meleset dan tidak sampai dalam tubuhnya.
novel ini menceritakan kilas balik tragedi memilukan Mei 1998 yang telah menumbalkan banyak korban dan menjadi tonggak bagi reformasi di Indonesia. novel ini juga sangat baik untuk dibaca oleh kalangan pelajar khususnya bagi mereka yang mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi. pembaca juga diajak untuk memahami kenyataan sesungguhnya tanpa harus menunjuk hidung. kisah dalam novel ini juga menunjukkkan betapa buruknya perpolitikan indonesia. hanya saja penulisnya menggunakan nama-nama tokoh baru sehingga tidak secara tegas dan detail memotret aksi tragedi tersebut. melalui narasi novel ini pembaca diharapkan bisa membuat spekulasi dan analisis dengan rangsangan-rangsangan cerita yang ada. Sehingga pembaca bisa menyimpulkan bahwa siapa sebenarnya dalang dari kerusuhan tragedi tersebut.

